Saturday, 10 August 2013

Perbedaan paragraf induktif dan deduktif melalui kegiatan membaca intensif

1. Menemukan kalimat yang mengandung gagasan utama pada paragraf
    Gagasan utama adalah hal yang di bahas atau diungkapkan dalam bacaan. Gagasan utama diungkapkan dengan kata atau frase. Letak gagasan utama ada yang di awal paragraf (deduktif), diakhir paragraf (Induktif), atau di awal dan diakhir paragraf (deduktif-induktif).
Di awal paragraf (deduktif)
    Ini adalah tempat favorit gagasan utama. Bisa dikatakan, 75%-80% gagasan utama terletak di sini. Mengapa? Karena ternyata  para penulis hampir selalu memulai paragrafnya dengan menuliskan gagasan utamanya, yaitu kalimat yang bersifat umum itu dan kalimat-kalimat berikutnya merupakan penjelas dari gagasan utama itu.
Contoh: Ada banyak cara yang orang lakukan untuk mengisi hari pertamanya di tahun baru. Ada yang menyambut fajar pertama di puncak gunung, bersenang-senang dengan konvoi kendaraan bermotor, atau merayakannya dengan pesta kembang api, atau mungkin merayakannya dengan pasangan masing-masing. Gagasan utamanya: Cara orang mengisi hari pertama di tahun baru.
Di akhir paragraf (induktif)
    Banyak juga paragraf yang seperti ini. Artinya, paragraf itu dimulai dengan rincian, baru ditutup dengan pernyataan umum.
Contoh: Ada orang yang menyambut fajar pertama di puncak gunung, ada yang memilih bersenang-senang dengan konvoi kendaraan bermotor. Akan tetapi, ada juga yang memilih menyambut tahun baru dengan pesta kembang api, atau mungkin merayakannya dengan pasangan masing-masing. Ya, itulah berbagai cara yang dilakukan orang untuk mengisi hari pertamanya di tahun baru. Gagasan utamanya: Berbagai cara orang mengisi hari pertama di tahun baru.
2. Menemukan kalimat penjelas yang mendukung gagasan utama
Kalimat penjelas adalah kalimat yang mendukung gagasan utama. Kalimat penjelas berisi tentang fakta-fakta, dan rincian yang mendukung pernyataan umum dalam sebuah paragraf. Letak kalimat penjelas ada yang sesudah gagasan  utama (pada paragraf deduktif) dan sebelum kalimat utama (pada paragraf induktif).
Pada paragraf deduktif
    Kalimat penjelas terletak setelah gagasan utama. Dengan kata lain, kalimat penjelas mengikuti gagasan utama.
Contoh: Ada banyak cara yang orang lakukan untuk mengisi hari pertamanya di tahun baru. Ada yang menyambut fajar pertama di puncak gunung, bersenang-senang dengan konvoi kendaraan bermotor, atau merayakannya dengan pesta kembang api, atau mungkin merayakannya dengan pasangan masing-masing.
Dapat diperhatikan bahwa kalimat yang dicetak miring adalah kalimat penjelas.
Pada paragraf induktif
    Kalimat penjelas terletak terletak di awal paragraf. Artinya, kalimat penjelas mendahului gagasan utama.
Contoh: Ada orang yang menyambut fajar pertama di puncak gunung, ada yang memilih bersenang-senang dengan konvoi kendaraan bermotor. Akan tetapi, ada juga yang memilih menyambut tahun baru dengan pesta kembang api, atau mungkin merayakannya dengan pasangan masing-masing. Ya, itulah berbagai cara yang dilakukan orang untuk mengisi hari pertamanya di tahun baru.
Dapat diperhatikan bahwa kalimat yang dicetak miring adalah kalimat penjelas.
3. MEMBEDAKAN PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF
Paragraf deduktif
    Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf.  Paragraf deduktif dikembangkan dari data yang bersifat umum dan dijabarkan dengan beberapa pikiran penjelas yang bersifat khusus.
Ciri-ciri paragraf deduktif antara lain:     
·    Kalimat utama terletak di awal paragraf
·    Kalimat penjelas menjelaskan gagasan utama
Perhatikan contoh paragraf deduktif berikut ini!
    Olah raga memiliki keunikan. Emosi bangsa dapat bergerak dan menyatu menyaksikan atlet yang bertanding. Sukses atlet di ajang internasional mampu memotivasi suatu bangsa untuk maju. Itu pulalah yang mendorong Negara memberikan perhatian besar dan khusus bagi olah raga.
Paragraf Induktif
    Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. Pada pola pengembangan paragraph induktif bertolak dari satu atau sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu kesimpulan ( Winarti, 2008: 49).
Ciri-ciri paragraf induktif antara lain:
·    Menyebutkan peritiwa-peristiwa khusus terlebih dahulu
·    Kalimat penjelas merupakan rincian-rincian khusus
·  Kesimpulan terdapat di akhir paragraph, dan ditandai dengan kata-kata: jadi, kesimpulnya, oleh karena itu, yang penting, dan lain-lain.
Paragraf induktif dikembangkan dengan 3 pola, yaitu:
a.       Generalisasi
Generalisasi yaitu pola pengembangan paragraph induktif dengan proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup fenomena tadi.  Pada pengembangan paragraf dengan cara generalisasi intinya mengumpulkan fakta-fakta kemudian ditarik sebuah simpulan yang.
Contoh: Saya melihat orang-orang asyik membaca Koran di halte bus. Kegiatan serupa juga saya jumpai di peron stasiun kereta api. Saat saya jalan-jalan di taman, hal yang sama juga saya lihat orang duduk bersantai sambil membaca Koran. Bahkan, ketika saya keluar ruang dan sampai di trotoar, saya melihat berderet anak sekolah, kawula muda, dan orang dewasa semua sedang membaca. Jadi, banyak orang yang memanfaatkan waktu membaca.
b.      Analogi
Pengembangan paragraf induktif dengan pola analogi berarti membandingkan dua macam hal dengan hanya memerhatikan persamaannya, tanpa memerhatikan perbedaanya, kemudian menyimpulkannya.
Contoh: Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih. Bayi akan dibentuk pribadinyasesuai dengan didikan yang diterimanya seperti kertas putih dapat diisi dengan berbagai hal sesuai dengan keinginan pemiliknya. Bila bayi dididik dengan baik maka akan seperti kertas yang terisi dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya. Jadi, membentuk kepribadian baik seseorang anak ibarat menulis kertas putih dengan hal-hal yang bermanfaat.
c.       Sebab Akibat
Pengembangan paragraf sebab akibat bertolak dari peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui kemudian bergerak menuju kesimpulan sebagai akbiat yang terdekat.
Contoh: Beberapa bulan yang lalu Rudi sering tidak masuk sekolah tanpa alasan. Setiap kegiatan belajar mengajar Rudi juga tidak pernah memerhatikan guru dan selalu sibuk sendiri dengan tingkahnya yang aneh-aneh. Selain itu Rudi juga sering tidak tertib dalam memakai seragam. Karena kenakalannya itu akhirnya Rudi mendapatkan teguran dan pengarahan dari Guru BP, Wali Kelas dan Kepala Sekolah.

No comments:

Post a Comment